CHAPTER 11 : Jessica’s plan
Jessica melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri dan karisma menuju salah satu meja yang telah ia reservasi.
Dengan gaun hitam press body tipe puff sleve polos dan tembus pandang dibagian lengannya membuat Jessica persis seperti putri kerajaan modern.
Aura gadis itu sangat kuat untuk ditepis.
“Jessica!!”
Jessica menoleh kearah sumber suara.
Disana ia mendapati teman teman sekolahanya yang kira-kira berjumlah 30 orang.
Jessica menahan seringaiannya.
Georgina sengaja mengundang orang sebanyak ini untuk mempermalukannya.
Lihatlah, gadis itu bahkan tidak menyadari bahwa s*****a yang ia gunakan akan memakan dirinya sendiri.
Disisi lain teman temannya yang melihat Jessica terdiam saat melihat kecantikan nyata sang dewi.
“Maaf aku terlambat” pernyataan tidak tulus itu terpaksa Jessica katakana demi kesopanan.
Karena kenyataannya, dia sengaja datang terlambat.
“Ah tentu saja tidak apa, kemarilah Jess” Georgina segera menarik Jessica agar duduk di sebelah kanannya sedangkan disebelah kirinya terdapat Dylan yang sama sekali belum mengalihkan pandangannya dari Jessica.
Kalian ingin tahu apa yang akan dilakukan Georgina?
Dia akan mengumumkan bahwa dirinya dan Dyla tengah menjalin hubungan. Kebanyakan dari mereka mengetahui bila Jessica sangat menggilai Dylan akan menatap Jessica iba, sedangkan Jessica akan mengamuk dan melukai Georgina hingga Dyla sendiri yang mendorong kasar Jessica.
Karena telah membuat keributan keamanan terpaksa memaksa Jessica keluar dari restaurant.
Tidak hanya sampai situ, kebanyakan dari mereka yang melihat hal tersebut mengabadikannya dalam rekaman dan menyebarkannya ke sosial media.
Dan untuk kesekian kalinya, Jessica mempermalukan dirinya sekali lagi.
.
“Aku sudah memesankan makanan kesukaanmu” ucap Georgina yang bertingkah sebagai teman ‘terdekat’ Jessica.
Well, itu memang benar karena Jessica sama sekali tidak memiliki teman selain Georgina.
Jessica menatap makanannya dan menatap Georgina tidak percaya.
Wanita gila ini…
“Makanlah Jess” ucap Georgina dengan raut bahagianya.
Jessica melukis senyumnya, “Maaf Gina, aku alergi pada udang, kukira kau mengetahuinya, bukankkah kau teman dekat ku?” pancing Jessica.
“Gina apa yang kau lakukan? Reaksi alergi akan sangat berbahaya”
“Kau seharusnya mengetahui hal ini disaat kalian sudah berteman sejak lama”
“Kau harus lebih berhati hati G”
See? Sangat mudah memancing orang orang seperti mereka.
Sedangkan kini, Georgina gelagapan dan langsung menjauhkan makanan yang telah ia pesan dari Jessica.
“Astaga maafkan aku, aku sungguh melupakannya” ujar Georgina.
Jessica yang sedang fokus pada buku menu memilih untuk tidak menanggapinya.
.
Setelah mereka menyelesaikan makanan utama, sembari menunggu hidangan penutup datang mereka sedikit berbincang.
“Gina, apa kau dan Dylan memiliki hubungan? Kalian terlihat sangat cocok” tanya gadis dengan sifat hebohnya -Ilene.
Georgina bertingkah seakan dirinya gelagapan dan menatap Jessica yang sedari tadi duduk tenang disebelahnya.
“Ah bukankah Jessica menyukai Dylan?” tanya Bruno dengan suara kecil.
“Ah benarkah?! Tapi Georgina dan Dylan benar benar terlihat seperti pasangan” ucap Ilene dengan polosnya.
“Kami memang berpacaran” ucap Dylan dengan lantang. Jelas sekali bahwa pria itu berbicara agar didengar hingga ujung ruangan.
Sontak saja mereka semua menoleh kearah Jessica yang kini justru sama sekali tidak peduli.
Dengan raut bersalahnya Georgina menangkap tangan Jessica. Gadis itu berusaha keras untuk memancing amarah Jessica.
“Maafkan aku, aku tidak bermaksud merebut-“
Dengan senyum sumringah Jessica memotong perkataan Georgina, “Kenapa kau meminta maaf? Aku senang kalian berpacaran, bukankah kalian sudah sekat sejak beberapa bulan ini?”
Georgina tidak bisa menahan matanya untuk tidak melotot.
Tidak ini tidak benar.
Dylan menatap Jessica tidak percaya, sungguh egonya tersentil saat mengetahui Jessica sudah tidak mengharapkannya.
“Congratulations!!” pekik Jessica yang langsung diikuti oleh beberapa lainnya.
“Bukankah kau menyukai Dylan?” tanya salah seorang gadis yang sedari tadi bungkam -Rita.
Jessica mengerjapkan matanya, “Aku menyukainya?” tanya Jessica kemudian ia tertawa seakan mendengar lelucon.
“Aku tidak ingat pernah mengatakan jika aku menyukainya, lagipula mana mungkin aku mengkhianati Georgina, yak an G?” lanjut Jessica yang hanya dijawab anggukan canggung oleg Georgina.
Rita menepuk tangannya sekali lalu menatap Jessica antusias, “Ah jadi kau tidak pernah menyukai Dylan? Lalu darimana rumor itu berasal?” heran Rita.
Dengan tatapan herannya Jessica menatap Georgina yang sedari tadi mematung, “Hmm aku pun bertanya tanya, apakah kau tahu asal rumor tersebut G?”
“A-apa? Tentu saja aku tidak tahu” jawabnya cepat.
“Apa kau menuduhnya? Georgina tidak mungkin menyebarkannya” tukas Dylan tidak terima.
Jessica mengernyitkan dahinya, “Aku tidak pernah mengatakan….” Cicitnya.
“Santai saja bung, Jessica tidak menuduh Gina” ucap lelaki dengan kulit eksotisnya -Bruno.
Sungguh Jessica mati matian menahan tawanya.
Wait until you see the main dish
.
Setelah mereka menyelesaikan hidangan penutup, mereka memilih untuk lebih lama berbincang.
Saat ini Jessica bersama para gadis masih berada di meja makan yang telah dibersihkan sedangkan para lelaki beradi di area autdor untuk merokok.
“Apa yang akan kalian lakukan setelah lulus?” tanya salah satu dari mereka -Anna.
“Ah aku akan melanjutkan kuliahku di Jerman” ucap gadis berambut brunette.
“Aku akan menjadi penyanyi, kalian tahu kan aku sudah menjadi salah satu trainee di Blue Entertainment semenjak 3 tahun yang lalu” ucap Georgina dengan bangga.
Jessica memutar bola matanya, bila saja Georgina tidak menyabotase penampilannya sudah dipastikan dia yang akan lolos.
Blue entertainment merupakan perusahaan hiburan kelas menengah ke atas yang menaungi beberapa grup musik dan artis solo yang saat ini cukup dikenal.
“Ah iya, aku bahkan sangat terkejut saat kau bertahan disana, pasti sangat sulit”
Haruskah aku menyebarkan video make out-nya bersama petinggi perusahaan hiburan itu sekarang?
“Yah jika kalian mempunyai bakat yang cukup bahkan kalian tidak akan merasakan rasanya berada di kelas terbawah”
Bakat pantatmu
“Kau hebat sekali” sahut lainnya dengan nada iri.
“Georgina!” panggil Nadia dengan sedikit tergesa.
Georgina menoleh, dirinya saat ini merasa menjadi ratu dari mereka semua karena hanya dirinya yang diajak bicara sedangkan Jessica hanya diam sedari tadi.
Georgina hanya tidak menyadari bahwa tidak ada satupun dari mereka yang cukup berani menghadapi Jessica yang saat ini memancarkan aura konglomerat dengan wajah tanpa ekspresinya. Dan meeka pun tahu seberapa ‘konglomerat’ gadis itu.
“Itu adalah ayahmu kan?” tanya Nadia sembari menunjuk pria paruh baya yang menggandeng wanita berpakaian elegan diikuti 1 keluarga lain dibelakangnya.
Georgina yang mendengar hal tersebut menegang setekita.
Gotcha!
“OMG! Bagaimana bisa ayahmu merangkul wanita lain?!” pekik Ilene.
Sebagian dari mereka pernah melhat ibu kandung Georgina saat pertemuan orang tua di sekolah.
Sedangkan sang ‘ayah’ yang selalu dibanggakan Georgina tidak pernah menunjukan batang hidungnya di hadapan mereka seakan ayahnya memang tidak pernah ada.
“Apa yang kau tunggu?! Mari labrak wanita tua tidak tahu diri itu” sahut Celine.
Tubuh Georgina bergetar hingga mengeluarkan keringat dingin.
“T-tidak, Kalian salah lihat…” lirihnya.
“Apa yang kau katakan? Aku tahu jelas dia adalah Harry Martino” ucap Rita.
Harry Martino, pemilik dari perusahaan produksi makanan yang brend-nya cukup terkenal di negara ini. Namun kehidupan keluarganya sangat ia tutup rapat rapat sehingga hanya dirinya yang selalu berselancar di media.
Niatnya ingin melindungi keluarganya dari serangan komentar bila terjadi sesuatu, namun ia tidak tahu bahwa iblis kecil bernama Georgina terus menerus mengaku ngaku sebagai anaknya.
***
TBC