Chapter 102

1074 Words

Namun sekali lagi Countess Maelia mencoba untuk menenangkan Arlion, suara napasnya kembali tenang dengan menghirup beberapa aromatherapy mint untuk pernapasannya, Countess Maelia sadar apa yang ia ucapkan akan membuat seorang Arlion begitu terkejut bahkan tubuhnya berubah menjadi dingin dengan tatapan bingung. Arlion memasang tubuh kaku dengan pandangan yang kesal, dirinya duduk dengan perasaan bersalah. “Tenanglah, kita akan memikirkan cara supaya semuanya aman, kau mengucapkan sumpah dimana?” tanyanya dengan tenang. Tubuhnya bersandar di sofa dengan menatap wajah anak angkatnya Arlion. “Dibawah pohon fresia, kami pun sudah melakukan hubungan mate abadi,” ucapnya kepada Countess Maelia, Countess Maelia hanya menghirup kembali aroma mint di sapu tangan miliknya yang bercorak bunga dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD