Chapter 93

1049 Words

Rasa sesak yang Raquel rasakan saat ini begitu menyayat. Teriris layaknya sebuah pisau menusuk ke rongga paru-paru miliknya. Keringat dan tangisan begitu menyatu. Rasa kesal bahkan ingin mengetahui siapa pelakunya saat ini. Raquel yang masih terpukul akan apa yang ia lihat kini hanya mampu terdiam, dirinya duduk di bawah pohon pinus besar. Masih dengan suara merintih bahkan rasanya melebihi rasa sedih. Selama ini ia selalu menitipkan Bruket ke kaum beruang di salah satu Hutan Greenwich. Bahkan, ia selalu rajin meminta tolong kepada Viscount Halrond untuk memberikan beberapa makanan kepada para beruang-beruang tersebut. Suara teriakan terdengar dari jauh. Suara pria, suara berat dengan yang Raquel kenali. Raquel yang mendengarnya pun mencari sumber suara yang ia dengar. Apa yang ia l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD