'Aku yakin bahwa buku itu adalah milik Prof. Xovaziel, hanya saja kenapa Raquel memilikinya, apakah aku yang salah menilai Raquel, tidak tentu saja mungkin ia hanya mempelajari sihir. Tidak mungkin ia masuk ke akademi sihir, bahkan Raquel adalah Putri Argesta,' Arlion membatin kali ini. Dirinya memikirkan buku yang ia lihat ketika Raquel memasukkan buku kedalam isi tasnya didalam jubah. Raquel merasakan energi dingin yang sedang meneror dirinya dengan tatapan tajam. Tentu saja pandangan mata Arlion yang tidak ada hentinya melihat Raquel. "Ceritakan padaku," ucapnya dengan bersamaan. Keduanya saling menatap, hanya berjarak lima inch lalu keduanya saling berpaling. "Ceritakan padaku semuanya," ucap Arlion dengan pandangan nanar. Dirinya meminta Raquel untuk menceritakan apa yang ia

