SILAHKAN TERSINGGUNG ??
MIRIS
Saat istri tak bekerja, terkadang ada keluarga suami yang mengatakan si istri hanya ongkang2 kaki, sedangkan si suami mesti peras keringat hingga berdarah-darah. Sehingga, si istri kurang dihargai di mata keluarga suami.
Miris...
Saat istri bekerja, terkadang ada keluarga suami yang mengatakan kalau si suami dan anak gak terurus karena istri terlalu sibuk bekerja.
Miris...
Saat istri bekerja, lalu si suami merasa terbantu jadi sedikit "terlena" dan sedikit "tidak sadar" kalau peran istri mulai berubah. Dari tulang rusuk menjadi tulang punggung keluarga.
Miris...
Saat istri tak bekerja, suami menganggap bahwa dengan hanya menjadi ibu rumah tangga itu gak terlalu capek. Jadi semua minta disiapin ini dan itu bagai raja, sembari berkata "saya capek kerja di luar, kamu sih enak di rumah saja".
Padahal, pekerjaan rumah tangga itu tak ada habisnya.
Miris.....
Saat istri sibuk berbisnis, mencari tambahan pundi2, tak kenal lelah, tak kenal waktu..tetap harus urus rumah, urus anak, urus suami dsb..dan suami gak mau tau dengan kerepotan istrinya..
Berbagai macam problematika dan kisah di dalam rumah tangga, yang hanya bisa dijawab dengan satu kata...
S A B A R....
kenapa ?
apa kah kita perempuan sehina itu sehingga harus selalu sabar dan merendahkan diri selalu
Pengorbanan Istri Yang Tidak Pernah Dihargai Oleh Suaminya.
Istri Rela Makan Dan Minum Bekas Dari Suaminya.
Istri Rela Bekerja 24 Jam Dirumah.
Istri Rela Kelaparan Sebelum Suaminya Makan.
Istri Sangatlah Khawatir Dan Cemas Jika Suaminya Telat Pulang Kerja,Istripun Ihklas Mengurus Anak-anak.
Tapi...
Suami Tidak Pernah Ingat Istrinya Jika Sudah Berkumpul Dengan Teman-Temannya, Makan Diluar Dengan Relasinya,Main Game Dan Kebiasaannya Yang Suka Keluar Malam..
Hati Istri Itu Ibarat Kaca Apa Bila Terjatuh Maka Akan Retak Dan pecah.
Wahai Suami Pahamilah Istrimu,Ia Hanya Tak Hanya Butuh Nafkah, Tapi Ia Juga Butuh Perhatian Dan Bukan Bentakan Keegoisanmu.
Hargailah, Sayangilah, Lindungilah Istrimu,..
Jangan Sampai Kalau Sudah Tiada baru'terasa..
? SIKAP ISTRI TERGANTUNG SUAMINYA
? Untuk Para Suami, Jika Ingin Istrimu Bersikap Seperti Yang Kamu Inginkan, Maka
Perlakukanlah Istrimu Seperti Yang Engkau
Inginkan.
? Jika Suami Memperlakukan Istrinya Kasar,
Dan Sering Marah - marah. Maka Istrinya
Akan Jadi Kasar Dan Pamarah...
? Jika Suami Memperlakukan Istrinya Cuek
Dan Acuh Tak Acuh, Maka Istrinya Akan Jadi
Cuek Dan Acuh Tak Acuh Pula...
? Jika Suaminya Memperlakukan Istrinya Seperti Pembantu, Maka Istrinya Tak Akan
Menghargai Suaminya.
? Jika Suaminya Tidak Menghargai Pekerjaan
Istrinya Di Rumah, Karena Menganggap Istrinya Tidak Menghasilkan Uang, Maka Istrinya Juga Tidak Menghargai Suaminya.
***
Namun Sebaliknya, Jika Suaminya Memperlakukannya Dengan Sabar Dan Kasih
Sayang, Maka Istrinya Juga Akan Menjadi
Penyabar Dan Penuh Kasih Sayang.
Jika Suaminya Memperlakukan Istrinya
Penuh Pengertian, Maka Istrinya Juga Akan
Menjadi Pengertian.
? Jika Suami Memperlakukan Istrinya Seperti
Ratu, Maka Istrimu Akan Menjadi Ratu.
Sekecil Apapun Rumahmu Maka Akan Menjadi
Istana.
? Untuk Para Suami, Pergaulilah Istrimu
Seperti Yang Di Ajarkan Rasulullah.
Karena Istrimu Adalah Ibu Dari Anak - anakmu.
? Bukankah Sebelumnya Engkau Tahu...
Bahwa Istrimu Adalah Tulang Rusuk Mu...
Tulang Rusuk Itu Bengkok, Jika Kamu Paksakan Lurus, Maka Akan Patah.
Namun Jika Kamu Biarkan, Maka ia Akan
Semakin Bengkok.
✅ Maka Perlakukanlah Istrimu Dengan Lembut.
? Karena Istri Adalah Cerminan Suami.
Kebutuhan dapur keluarga .
dan harga diri seorang laki laki akan
Nilai Seorang Lelaki Itu Bukan Terletak Pada Mukanya Yang Menawan, Tapi Cara Dia Menghormati Seorang Wanita.
Hormatilah Wanita Sebagaimana Engkau Menghormati Ibumu Yang Telah Melahirkanmu Dan Membesarkanmu Dengan Penuh Kasih Sayang.
Nasihatilah Dia Dengan Lemah Lembut Dan Penuh Kasih Sayang, Karena Hati Seorang Wanita Sangat Lembut Dan Penuh Kasih Sayang.
Siapapun Pria Yang Memuliakan Wanita Maka Ia Telah Menjaga Hati Kedua Orang Tuanya.
Sayangilah Perempuan Seperti Seorang Sahabat, Lindungilah Perempuan Seperti Seorang Adik, Dan Hormatilah Perempuan Seperti Seorang Ibu.
Seorang Pria Yang Tidak Tahu Bagaimana Menghargai Wanita Adalah Pria Yang Tidak Tahu Bagaimana Menghargai Ibunya.
*Sempurnakan Yang Sudah Ada*
Suami adalah pakaian bagi istrinya, dan istri juga adalah pakaian bagi suaminya.
Allah menghendaki agar pasangan suami istri layaknya sepasang pakaian yang saling melengkapi, bukan saling merusak.
Hargailah pasanganmu...
Karena dialah orang yang telah kamu pilih menjadi Pendampingmu sampai akhir hayat hidupmu..
Mungkin kamu tak tahu, dia berbuat sesuatu semata karena ingin membahagiakan hatimu, menjaga mata dan perasaan mu..
Jangan malah kau kecewakan dan hampakan dia dengan balas menghina atau mengejeknya...
Hargai pasanganmu jika kau ingin dihargai, karena pasanganmu adalah cerminanmu.!
Bila tak mampu menghibur, jangan membuatnya sedih
Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat
Bila tak bisa menghargai, jangan menghina
Jangan Mencari Kesempurnaan, tapi sempurnakahlah apa yang telah ada pada kita.
Memaafkan Dan Saling Menghargai
Antara suami-istri pasti ada beda pendapat, salah paham, jengkel, ingin marah dan sikap tak terpuji lainnya. Untuk mereka Allah ingatkan:
وَأَن تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ
"... dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa."
ﻋﻦ ﻣﻘﺎﺗﻞ {ﻭﺃﻥ ﺗﻌﻔﻮا ﺃﻗﺮﺏ ﻟﻠﺘﻘﻮﻯ} ﻳﻌﻨﻲ ﺑﺬﻟﻚ اﻟﺰﻭﺝ ﻭاﻟﻤﺮﺃﺓ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﺃﻣﺮﻫﻤﺎ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺒﻘﺎ ﻓﻲ اﻟﻌﻔﻮ
Muqatil berkata: "Suami dan Istri diperintah untuk saling cepat memaafkan" (Tafsir Ad-Dur Al-Mantsur)
Saat terbaring sakit, dialah yang ada di dekatku. Ketika anak-anakku sakit, dialah yang merawatnya. Di kala serba kesulitan, dialah yang setia membersamaiku.
Karena kebaikannya Allah melarang melupakannya:
وَلَا تَنسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ
"... Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu." (Al-Baqarah: 237).
KALAU HATI ISTRI SUDAH MATI
Mati rasa tidak pernah terjadi secara tiba-tiba. Apalagi jika ini dialami oleh seorang istri.
Suami merasa semua berjalan normal, namun tiada angin tiada hujan tiba-tiba: DHUARR!!!! Istri minta pisah.
Apakah ini pertanda istri punya lelaki lain? Belum tentu. Jangan selalu menyalahkan pihak ketiga pada matinya hati dan hambarnya rasa. Sekali lagi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sebuah proses yang tidak disadari menggerogoti perkawinan dari dalam.
Istri yang merasa selalu berkorban dalam rumah tangga, dan pengorbanan itu tidak dihargai oleh suaminya.
Istri yang merasa tidak memiliki kesetaraan dalam rumah tangga. Suami yg selalu penuh rahasia dan tak pernah terbuka.
Istri yg selalu menanggulangi kebutuhan rumah tangga, sementara suami memberi alakadarnya.
Suami yg lebih mementingkan orang lain dari pada istri dan anak-anak. Suami yg royal kepada orang lain dan irit kepada istri &Anak2 dengan alasan istri punya penghasilan sendiri.
Suami yg lebih mesra dengan gadget dari pada istri, dan istri hanyalah penyalur hasrat. Istri tak bisa mengungkapkan isi hatinya karena akan selalu di bantah.
* Istri yang tidak didengar keluh kesahnya.
* Istri yang terlalu banyak dituntut.
* Istri yang merasa tidak dihargai.
*istri yg merasa di manfaatkan.
* Istri yang merasa selalu di bodohi.
* Istri yang merasa asing dalam rumah tangga nya.
* Istri yang merasa butuh perhatian dan kasih sayang dalam rumah tangga nya.
Semua ini rentan sekali mematikan hati. Tidak ada variabel orang ketiga di dalamnya. Tapi untuk mengembalikan rasa kembali utuh, sepertinya terlalu melelahkan untuk ditempuh.
Lambat laun, terngiang-ngiang kalimat ini: Hidup cuma sekali, lantas untuk apa membersamai orang yang tidak bisa membahagiakan diri ?
Di sisi lain, suami yang kaget bukan kepalang pun membela diri. Apa yang salah darinya, ia ayah yang bertanggung jawab, ia tidak selingkuh, ia pekerja keras, mengapa istrinya bisa mati rasa?
Sekali lagi, hati yang mati sudah melalui beragam proses dan waktu. Jangan lihat sedalam apa sebuah luka, tapi lihatlah apa yang bisa dilakukan untuk setidaknya tidak membuat luka itu semakin dalam.
Pernikahan akan bertahan, selama kedua belah pihak saling menghargai dan sama2 masih menginginkan kebersamaan.
Belum ada obat yang manjur untuk hati & keinginan yang sudah mati.