'Saya sedang di lapangan basket, melatih anak-anak. Ada apa?' Diva tersenyum setelah mendapat balasan pesan dari Pak Danang. Bergegas ia lalu keluar dari ruang kelasnya yang sudah sepi menuju ke area lapangan basket. Diva duduk di tepian lantai koridor menghadap ke lapangan basket ketika dia sampai. Matanya mengamati dengan saksama lelaki yang kini tengah melatih tim basket SMA ini dengan luwesnya. Senyum kecil terulas di bibirnya saat menyaksikan gerakan tiap gerakan dari Pak Danang, tangannya tertopang di bawah dagu dan akhirnya ia jatuh dalam kesima akan kegagahan Pak Danang di lapangan. Ia tidak menyadari keadaan karena matanya kini hanya tertuju pada satu orang, hingga sebuah suara terdengar membuyarkan segala lamunan indah Diva dari Pak Danang. "Lo nungguin siapa di sini? Bukan

