"Apa menikah bulan depan?" Farah memekik ketika dua keluarga itu berkumpul. "Apa-apaan ini? Menikah? Yang benar saja." Ucap Farah dengan nada tinggi. "Bukan seharusnya Papa memberitahuku dari jauh-jauh hari?" Tanya Farah jengkel. Arsen hanya diam menatap Farah. Bukan berarti ia menerima perjodohan tiba-tiba ini. Hanya saja ia malas berdebat. Lagipula hidupnya sudah hancur semenjak Sena pergi. Ia lelah dengan semuanya. "Arsen, katakan bahwa kau tidak mau menikah denganku." Ucap Farah. "Tapi sayang semuanya sudah siap." Ucap Mama Arsen. Bukan apa-apa. Mama Arsen berfikir bahwa menikahkan Farah dengan Arsen adalah ide yang bagus. Daripada Arsen harus kembali dengan wanita ular bernama Sari. Bukan lebih baik menikahkannya dengan Farah? "Tante, tapi ini terlalu cepat untuk menikah." Ucap

