BAB 22

1269 Words

Laila menatap ragu kepada kakak perempuannya yang duduk di sebelahnya. Meski begitu, gadis itu tidak tahan lagi. Jujur saja, semua yang terjadi belakang ini juga sedikit mengganggunya. Ia tahu jika Rara bukan tipe orang yang mudah terbuka. Namun, Laila tidak bisa tinggal diam jika salah satu keluarganya terluka atau disakiti. "Kakak baik-baik saja, kan?" tanya Laila hati-hati. Rara mengerutkan dahinya. Ia sama sekali tidak paham maksud pertanyaan Laila itu. Pandangannya yang sejak tadi terarah ke luar, kini beralih kepada adik satu-satunya yang kini duduk satu mobil dengannya. "Memangnya kenapa?" tanyanya dengan alis bertaut. Laila terlihat menghela napas panjang. Ia keluarkan ponselnya lantas menunjukkan sesuatu. Mata Rara membola ketika membaca apa yang ditunjukkan adiknya. Adu Joto

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD