“Aara kamu atur semuanya, nanti sepulang acara aku ke rumah.” Harist bergegas dengan memakai jas berwarna silver dan rambut yang rapi membuat Aara sulit melepasnya. Laki-laki itu akan menghadiri acara ulang tahun Naomi yang digelar hari ini, setelah kemarin fitting baju berdua di butik ternama. “Baik, Pak.” Ucap Aara. “Oke.” Harist pun berjalan menuju pintu, sedangkan Aara berusaha mengalihkan pandangan agar tidak terlalu berat ketika Harist hilang dari balik pintu. Aara menghembuskan napasnya kasar, dan berbalik menuju meja kerja. Namun sesuatu yang hangat mengejutkannya, tiba-tiba tubuh tegap itu memeluknya erat, menyalurkan energi yang membuat Aara lebih merasa tenang. “Ini sedikit lebih baik.” Bisik Harist didekat telinga Aara, dekapannya mampu menghipnotis perempuan itu hingga ti

