Kirana membuka pejaman matanya dan melihat Anka yang saat ini duduk disebelahnya. “Mas?” “Kiran? Kamu sudah sadar? Syukurlah.” “Aku dimana?” tanya Kirana. “Kamu lagi di rumah sakit,” jawab Anka. “Aku baik-baik saja, kenapa aku di rumah sakit.” “Tadi, kamu pingsan,” jawab Anka lagi. “Kamu yang membawaku kemari?” tanya Kirana. “Heem?” Anka tidak menjawabnya. “Aku panggilkan dokter dulu.” Kirana melihat punggung Anka yang menujauh meninggalkannya. “Mau apa kamu di sini?” tanya Ksatria menghampiri Anka dan hendak memukulinya. “Yang sabar, Ksat, kamu ini kenapa sih?” geleng Syafana. “Mom, dia sudah pernah menyakiti adikku,” kata Ksatria. “Mommy tahu, tapi kita kemari bukan untuk bertengkar, atau pun mencari masalah, kita kemari mau melihat adikmu,” kata Syafana. “Mas, ayo kita masu

