Beberapa hari telah berlalu, Kirana belum juga ditemukan, hati Anka begitu sakit karena satu-satunya orang yang ia curigai tidak menunjukkan hal yang mencurigakan. Anka kesepian, Anka ingin bertemu dengan istrinya, wanita yang baru beberapa jam menjadi istrinya, namun sudah diculik orang, Anka sudah melakukan banyak cara untuk menemukan Kirana, namun tidak ada hasil. Anka tidak pernah putus asa walaupun sedetik, ia selalu mencari cara, bahkan sudah mengamuk di kantor polisi karena kepolisian benar-benar tidak menemukan apa pun. “Anka, kamu nggak makan, Nak?” tanya Syafana menghampiri menantunya itu yang tengah duduk di dekat kolam renang, seraya memijat kepalanya. Anka menoleh dan menggeleng. “Tidak, Mom. Saya tidak lapar.” “Kita harus kuat, Anka, jangan kayak gini nak, kamu benar-ben

