“Saya terima nikahnya Kirana Putri Narendra binti Narendra Mahardika, dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai.” Satu tarikan napas Anka mengucap ijab qabul didepan penghulu dan semua tamu yang hadir. “Bagaimana, Saksi? Sah?” “Sah!” “Sah!” “Alhamdulillah.” Prosesi kembali dilanjutkan sampai mereka bertukar cincin didepan penghulu dan semua saksi yang hadir. Kirana menoleh melihat Anka yang saat ini menatapnya penuh cinta. Hari bahagia mereka tiba, siapa yang tidak akan bahagia ketika menikah dengan sang pujaan hati. Anka selalu mengingat perjuangannya mendapatkan hati Kirana, dan akhirnya ia mendapatkan semua ini, Anka bahagia sekali. Tidak ada hal lain yang ia butuhkan selain bahagia bersama Kirana, ia tidak membutuhkan apa pun asalkan bersama Kirana. Keduanya menyambut tamu yang

