Bab 43. Panik

1185 Words

"Bisa lebih cepat nggak, Pak!" bentak Arya kepada sopir Reza. "Sabar, Mas. Mobil ini baru aja keluar dari bengkel. Nggak bisa cepat-cepat. Bisa soak lagi." Sopir pribadi Reza itu berusaha berbicara sehalus mungkin agar tidak menyakiti menantu dari majikannya tersebut. "Tahu gitu tadi kita terima tawaran Sandra!" cibir Dela sambil memperhatikan kukunya yang berwarna-warni. Sebelum Cipto mengantar mereka, sebenarnya Sandra menawarkan diri. Namun, langsung ditolak oleh Arya. Akhirnya Anton diantar pulang oleh Sandra sebelum menyusul mereka ke rumah sakit. "Bu, bantu tenangkan Dira bisa? Biar aku gantikan pak tua ini menyetir!" pinta Arya kepada sang ibu. "Ya udah, minggir dulu lah, Pak! Lemot banget nyupirnya. Heran!" Cipto akhirnya menepikan mobil. Dia tidak bisa melawan perintah dua o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD