Bab 38. Kosong

1080 Words

Livia terdiam seketika. Apa yang dikatakan oleh Reza memang benar. Semalam dia mengatakan untuk menganggap semuanya tidak pernah terjadi. Livia tersenyum, tetapi berbalik dengan hatinya yang malah terasa kosong. Dia tidak menyangka justru Reza yang bisa melupakan kejadian itu dengan mudah. Sementara Livia bahkan hingga detik ini masih bisa mengingat dengan jelas setiap detail kejadian tak terduga semalam. "Ah, kalau begitu terima kasih, Pak." Livia tersenyum dengan sudut bibir berkedut. Perempuan itu pun teringat akan tujuan awalnya pergi ke rumah Reza. Dia langsung menyodorkan tas kertas berisi jaket Reza. Lelaki itu pun menerima benda itu dan diletakkan pada sofa kosong di sampingnya. "Saya datang untuk mengantarkan jaket itu, Pak. Saya pamit. Lain kali periksa semua barang Anda sebe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD