Sebuah mobil berhenti tepat di samping Nadira. Gadis itu menghentikan langkah ketika mengetahui bahwa kendaraan yang menghampirinya adalah milik Arya. Tak lama kemudian, Arya keluar dari mobil, lantas menemui Nadira. "Bawa aku pergi ke mana saja, Mas! Bawa aku pergi! Aku mau sama kamu!" ujar Nadira sambil memeluk tubuh sang kekasih. "Dira, kamu tenang dulu. Tarik napas dalam, lalu embuskan perlahan." Arya berusaha menenangkan Nadira. "Ayo, masuk dulu. Kita bicarakan semuanya baik-baik." Keduanya pun masuk ke mobil. Setelah memastikan Nadira memakai sabuk pengaman dengan benar, barulah Arya melajukan mobil membelah jalanan kompleks yang mulai sepi. Nadira terus menangis sehingga air mata membanjiri wajah cantiknya yang sedikit pucat. Sebelumnya Nadira sudah menghubungi Arya untuk berge

