Bab 45. Tentu Tidak

1139 Words

Livia tersentak meski suara Reza terdengar begitu dingin. Air matanya mendadak leleh dan membasahi pipi. Seakan ada batu besar yang kini mengganjal tenggorokan Livia. Perempuan itu tidak mungkin mengatakan kalau yang dikatakan oleh Arya benar. Rencananya sejauh ini bisa rusak begitu saja kalau sampai ketahuan. Dia mulai memutar otak di antara hatinya yang kacau. "Boleh saya bertanya sesuatu lebih dulu sama Pak Reza?" Suara Livia bergetar karena menahan rasa sesak dalam d**a. "Kita pertama kali bertemu bukankah sebelum saya tahu kalau lelaki ini selingkuh?" Livia menatap tajam ke arah Arya. Sontak Arya membuang muka. Dia mengusap tengkuk, lantas tertunduk sambil memainkan ujung kakinya pada permukaan lantai. Setelah beberapa detik, Livia kembali menatap Reza dengan tatapan lembut. "Sej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD