"Dira sudah yakin, Pak. Dira akan menghadapi semuanya." Kalimat itu keluar dari bibir Dira di antara kantuk yang menyerang. "Kamu sudah dewasa, jika ke depannya nanti ada masalah dalam rumah tanggamu, maka selesaikan semua dengan kepala dingin. Bapak hanya bisa memberi naseha tanpa bisa ikut campur tangan. Sekarang tidurlah, setelah keluar dari sini kamu siapkan pernikahanmu sendiri. Bapak hanya akan memberikan budget yang hanya cukup untuk pesta sederhana. Jadi manfaatkan sebaik mungkin. Undang tamu penting saja." Nadira mengangguk sebelum akhirnya memejamkan mata. Hanya dalam hitungan menit, sudah mulai terdengar dengkur halus yang keluar dari bibir sang putri. Reza mengusap puncak kepala Nadira. Lelaki itu tak menyangka anak gadisnya sudah tumbuh sebesar itu. Bahkan sudah ada makhluk

