Sandra tersenyum penuh arti kemudian mencondongkan tubuh ke arah Livia. Gadis di hadapannya itu pun semakin mengerutkan dahi. Sandra mendadak tertawa terbahak-bahak. "Orang yang paling susah diubah pola pikirnya itu kamu! Masa nggak tahu, sih!" ujar Sandra. "Kok aku?" Livia menunjuk sendiri ujung hidungnya menggunakan telunjuk. "Kamu aja heran apalagi aku, Via! Aku merasa gagal karena dekat denganmu, tapi orang yang paling susah aku pengaruhi justru dirimu! Astaga!" Sandra lagi-lagi tertawa lepas. "Kamu wanita dengan pendirian paling teguh yang aku kenal! Kamu bisa menjadi lembut dan tegas di waktu yang berdekatan. Kamu kayak bunglon, Via!" seru Sandra sambil bertepuk tangan. Livia hanya tersenyum tipis mendengar pengakuan dari sang sahabat. Dia memang menyadari hal itu. Perasaan dan

