Eca masih memejamkan matanya, mengingat ucapan Devan membuatnya tersipu malu, tetapi mengingat ucapan Nadine membuatnya kecewanya. Ia tidak bisa ikut Latihan basket lagi, ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Semuanya benar-benar sulit untuknya. Ceklekk.. “Abang..” ucap Eca sambil membalikkan tubuhnya berharap Ken yang datang menemuinya. “Hai Ca..” “Kak Aby..” sapa Eca sambil berusaha menyandarkan tubuhnya di bantal. “Gimana keadaan lo?” tanya Aby. Eca mengangguk “Kayak yang lo lihat sekarang, gue cuma bisa baring disini.” jawab Eca sambil tersenyum. Eca merasa bersalah pada Aby perihal kejadian di mall waktu itu. “Kak, maafin gue ya soal di mall. Gue udah bohong sama lo soal hubungan gue sama Devan. Gue cuma gak mau kalau Stella berpikir gue ada apa-apa sama lo..” Eca menundu

