Darren mengangguk karena ketakutan. Salsa hanya tersenyum manis melihat Darren yang ketakutan lalu memegang jari-jari Darren. “Aku tidak akan meninggalkan kamu. Walau nanti bentuk tubuhmu berubah. Harusnya kamu bersyukur. Jika kalau gemuk berarti aku berhasil merawatmu,” jawabku tulus. Darren tersenyum bahagia mendengar jawaban Salsa. Darren menarik tubuh mungil Salsa dan memeluknya dengan erat, “Aku menyesal telah menolakmu kala itu. Jika dari dulu kita sudah menikah. Kemungkinan kita sudah memiliki anak.” “Tidak usah menyesal. Inilah jalan takdir Tuhan buat kita. Saat itu kita belum jodoh,” tuturku dengan lembut. Darren mengecup kening Salsa dan mengelus kepala Salsa. Darren memejamkan matanya lalu merasakan jantungnya berdetak kencang. Sehingga Salsa bisa mendengarnya

