bab 1

1031 Words
terlihat seorang gadis cantik yang berlari secepat kilat menghampiri sebuah mobil mewah yang ingin melaju namun tidak sempat karna di hadang oleh gadis mungil itu dengan wajah paniknya dia adalah maya anatasya putri gadis yangnya yatim piatu yang sudah di tinggalkan orangtuanya sejak dirinya masih berumur 1 tahun,gadis itu pun tidak mengerti entah itu benar ataupun tidak masalahnya gadis itu tidak pernah di beritahu makam kedua orangtuanya dan sialnya dia malah di buang oleh paman dan bibinya ke panti asuhan dan sampai dia berumur 20 tahun dia tidak tau makam kedua orangtuanya,ibu panti hanya di beritahu oleh paman dan bibinya bahwa kedua orangtua ana sudah meninggal dan mereka tidak bisa mengurus ana karna harus pergi ke luar kota untuk bekerja. "stop"teriak maya langsung menghentikan mobil tersebut "tuan ada gadis perempuan"ucap supir di dalam mobil itu "keluar bram dan usir gadis sialan itu,aku tau dia hanya pura-pura minta tolong pada kita hanya karna ingin satu mobil denganku,cihh sudah biasa"ucap seorang pria itu dia adalah aidan alvin wiratama ceo kejam yang sukses,memiliki perusahaan dimana mana walaupun dia sudah berumur 27 tahun tapi sudah sukses di beberapa perusahaannya "baik tuan"ucap bram dia langsung keluar lalu menghampiri gadis itu "permisi nona,apakah nona butuh sesuatu"tanya bram "pak tolong maya pak,maya di kejar kejar orang,maya di suruh untuk buka baju sama mereka kan Maya malu huwaaaaaaa"ucap ana sambil menangis meminta tolong "maksud nona bagaimana!buka baju?"bram terteran heran sekaligus kaget karna gadis itu jujur sekali "nanti maya ceritakan cepat pak tolong ana huwaaaa"maya malah menangis kencang di hadapan bram bram bingung harus bagaimana sedangkan dirinya tidak sendiri di mobil itu melainkan dengan majikan kejamnya,bisa habis gadis itu oleh majikannya pikirnya begitu "sebentar nona"ucap bram berjalan menghampiri mobil karna ingin memberitahu bosnya bram menceritakan semuanya pada aidan sambil meminta tolong agar aidan mengizinkan gadis itu ikut bersama mereka "jadi seperti itu tuan ceritanya,bagaimana menurut tuan anda muda?"ucap bram "bawa gadis itu masuk bram"ucap aidan tanpa pikir panjang bram kaget karna baru pertama kali majikannya mengizinkan seorang wanita masuk ke dalam mobilnya selain ibu nya aidan tapi bukan waktunya bram memikirkan semua itu,yang ada di pikiran nya sekarang gadis malang itu bram langsung mengajak gadis malang itu memasuki mobil aidan dan betapa kagetnya gadis itu pikirnya yang menolong dirinya hanya satu orang ternyata ada orang lain di dalam mobil itu,tanpa pikir panjang maya langsung masuk karna sudah ketakutan setengah mati "terimakasih sudah menolong maya"ucap gadis itu menatap aidan dengan mata indahnya itu "imut sekali" "apasi aidan lo baru liat dia mana bisa langsung jatuh cinta"batin aidan sambil memaki dirinya sendiri "hm"balas aidan pura-pura acuh "om mau kemana?"tanya maya polos "saya bukan om om beraninya kamu"kesal zaidan langsung menatap tajam ke arah maya bram yang kaget langsung memberitahu gadis itu "ehh nona tolong jaga sikap anda tuan muda tidak suka dengan panggilan anda"ucap bram panik "ahh maaf maya tidak tau jadi maya harus panggil apa dong"ucap maya langsung menundukkan pandangannya "tuan mud"belum selesai bram menyebutnya sudah di potong duluan oleh tuannya itu "aidan"belum selesai bram memberitahu maya sudah di sambar saja tuan mudanya itu bram langsung kaget karna baru kali ini mendengar majikannya tidak ingin di sebut tuan muda oleh orang lain "baiklah aidan"maya langsung tersenyum ke arah aidan dengan muka cantik dan imutnya itu "gilaa imut bgt pengen gue karungin"batin aidan setelah melihat kepolosan dan kecantikan gadis itu "nona anda akan pergi kemana"tanya bram lagi gadis itu malah menundukkan kepalanya dan terlihat murung karna maya juga bingung dia akan pergi kemana dan murungnya maya Terlihat oleh aidan yang berada di samping gadis itu "bawa dia ke mansion"bukan maya yang menjawab melainkan aidan bram langsung paham dan menganggukkan kepalanya walaupun banyak pertanyaan di benaknya tapi tidak ingin ikut campur lebih dalam lagi pada tuan mudanya itu "mansion itu apa kak"tanya maya "apakah di umurmu yang sudah sebesar ini tidak pernah melihat mansion!?"aidan kaget kenapa ada gadis jaman sekarang yang masih tidak tau apa itu mansion pikirnya "maya tidak pernah melihatnya"maya menggelengkan kepalanya karna jujur gadis itu tidak tau apa itu mansion tanpa pikir panjang aidan langsung menganggukkan kepalanya ntahlah dia pun bingung seperti ada perasaan aneh pada dirinya "semoga ini awal kebahagiaan anda tuan"bram langsung tersenyum melihat majikan dan gadis itu terlihat anteng anteng saja tidak ada kerisihan di wajah aidan sesampainya di mansion maya di buat kaget karena melihat bangunan mewah di depannya "wawww ini seperti istana kerajaan yang ada di dongeng maya sukaa"gumam maya dengan mata masih mengagumi bangunan itu "mari nona ikut saya dan tuan aidan"ucap bram sambil tersenyum ke arah maya "ahh iya pak"balas maya dengan terus mengikuti aidan di belakang pria itu saat masuk ke dalam maya di buat kagum berkali kali lipat dari yang dia lihat di luar sana,dan yang membuat maya lebih terkejut banyak sekali orang menyambut kedatangannya dengan tuan mudanya ituu "ini benar benar istana"maya menatap kagum pada bangunan di depannya dengan mata terus berbinar tanpa berkedip sedikitpun "tolong antarkan gadis itu ke dalam kamar di dekat lorong itu"ucap aidan langsung pergi dan di balas anggukan oleh salah satu maid di sana "mari nona"ucap maid itu dan langsung tersenyum ke arah maya "ahh iya, terimakasih"maya langsung mengikuti kemana maid itu berjalan sesampainya di kamar maya gadis itu langsung di persilahkan masuk oleh maid itu "kakak sepertinya masih muda dari semua para maid di bawah?"tanya maya sebelum masuk ke dalam kamarnya "iya nona nama saya bunga,saya memang masih berumur 23 tahun jadi wajar saya terlihat lebih muda di sini"jawab maid itu dengan ramah "kalo begitu maya panggil kak bunga okee"ucap maya "nona tapi itu tidak sopan"bunga kaget langsung menggelengkan kepalanya panggil saya bunga saja "tidakk mauu maya lebih ga sopan masa panggil langsung nama"ucap mayaa "kalo begitu terserah nona saja"ucap bunga tersenyum ke arah maya maya pun tersenyum lega tertanya maid disini tidak seperti maid yang ada di film film kocak banget kan si maya ini wk "maaf nona saya lancang,tapi kenapa nona terlihat imut saya tidak bosan melihat wajah cantik nona"ucap bunga "kak bunga bisa aja maya jadi malu"maya tersipu malu karna di puji oleh bunga "haha iya nona,kalo begitu saya permisi yaa nona kamar nona sudah saya tunjukkan"ucap bunga sambil tersenyum pada maya "baiklah terimakasih sudah menunjukkan kamar buat maya"ucap maya membalas senyuman bunga lalu bunga pergi meninggalkan gadis itu seorang diri
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD