Zico menatap wanita di pelukannya dengan perasaan khawatir , dengan cepat ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon dokter pribadinya.
"saya pak? "
"segera ke kantorku sekarang "
"sekarang pak? bapak sakit? "
"bukan aku, jangan banyak tanya. segera ke kantorku sekarang! " Zico menutup telponnya. kemudia ia kembali memeluk wanita di pelukannya. dengan sekali gerakan Zico membopong tubuh Nisha. setelah pintu lift terbuka, dengan segera dia keluar dan membawa Nisha keruangannya.
saat itu belum ada karyawan yang datang, jadi Zico bisa leluasa membawa wanita itu keruangannya tanpa diikuti mata karyawan yang selalu ingin tahu. hampir 20 menit ia menunggu dokter pribadinya datang. sembari menunggu kedatangan si dokter, Zico menelpon asistennya agar segera ke kantor.
pagi ini entah mengapa dia merasa harus berangkat pagi. begitu banyak pikirin dikepalanya. selain masalah pekerjaan, dia juga stress memikirkan tunangannya dan lebih stress lagi memikirkan wanita yang telah mendapatkan perlakuan tidak adil darinya.
sebenarnya dia merasa bersalah dan merasa sangat malu terhadap perbuatannya sendiri. selam hidupnya ia tidak pernah memaksa satu wanita pun untuk intim dengannya .tapi karena pengaruh alcohol, pikirannya menjadi tidak jernih. dia menyangka wanita itu adalah tunangannya dan melampiaskan kemarahan padanya. dengan tubuhnya dia berusaha menaklukkan wanita itu.
Zico menatap wanita yang dibaringkan diatas sofa itu. kasian sekali nasib wanita itu, harus bertemu dengan laki-laki sepertinya. mungkin perbuatan yang dilakukannya akan menjadi trauma seumur hidup bagi wanita ini. kompensasi senilai dua ratus juta sangatlah tidak cukup untuk mengobati trauma yang dideritanya. wanita ini selalu gemetar ketakutan setiap kali melihatnya. sepertinya dia haris bertanggung terhadap psikologis wanita itu. dia harus membantu wanita itu agar benar-benar sembuh dari traumanya.
tok...tok...tok...
"ya masuk"
asisten direktur gery memasuki ruangan.
"mengapa bapak tidak memberitahu saya bila..."
asisten gery menghentikan kata-katanya begitu melihat tubuh wanita itu terbaring di sofa.
"ap...ala yang terjadi pak? "
"dia gadis itu. "
"ap...apa yang terjadi padanya pak? kenapa ia berada diruangan ini? bapak...bapak ti. ..tidak melakukan pemaksaan la...lagi kan? " dengan suara terbata-bata asisten Gery berusaha mengeluarkan isi pikirannya.
"aku tidak sebinatang itu" Zico menjawab dengan dindin dan ketus. membuat asisten Gery sedikit gemeteran dan ketakutan.
"ma...maaf pak. ..sa...saya tidak bermaksud. "
"sudahlah, gadis ini tiba-tiba pingsan. aku membanya kesini. kamu urus selanjutnya. "
"maksudnypak. ?"
"kamu mengerti maksudku. "
"ba...baik pak. "
tak berapa lama menunggu, dokter Zidan datang dengan wajah masih berbau bantal dan keringat di wajahnya.
"apa yang bisa saya bantu pak. ? bagian mana yang sakit. ?"
dokter Zidan segera menghampiri Zico, raut wajahnya penuh dengan ke kwatiran. dokter Zidan merupakan dokter keluarga Zico generasi ketiga. sebelumnya ayah dan kakek Zidan merupakan dokter ayah dan kakek Zico.
"bukan aku yang sakit, periksa dia, dia pingsan pas di depan ku. "
Zico menunjuk tubuh Nisha yang terbaring lemah tak berdaya. Zidan segera mengalihkan perhatiannya dan melihat wanita yang ditunjuk Zico. dia benar-benar merasa heran. selama beberapa tahun menjadi dokter di keluarga Zico, belum pernah ada orang lain selain anggota keluarga Zico yang di periksanya.
kenapa direktur mudanya menelpon pagi-pagi dan menyuruhnya ke kantor untuk memeriksa wanita ini? bila diperhatikan, memang wanita knj imut dan cantik, kulitnya putih dan tubuhnya mungil. namun kecantikan wanita ini tidak bisa dibandingkan dengan tunangan direktur muda. sangat tidak mungkin bila directur muda itu berselingkuh dari tunangan luar biasanya hanya demi gadis biasa seperti ini bukan? dan lagi, dari bajunyang dipakainya tampaknya gadisbitu hanya karyawan biasa yang berada di hiranki paling rendah di perusahaan ini. jadi apa sebenarnya motif direktur muda iti. ?
"cepat periksa"
"eh, ya baik pak. ."
dengan gugup dokter Zidan mengeluarkan beberapa peralatan dari dalam tas medisnya. dia mengeluarkan stetoskop, memeriksa detak jantung wanita itu. kemudian dia mulai mengeluarkan alaaat pendeteksi tensi darah digital dan memeriksa tekanan darahnya. terakhir ia meletakkan 4 jari tangannya di nadi Nisha. berusaha mendengarkan detak nadinya dengan seksama. hampir 10 menit dia melakukan pemeriksaan awal itu dengan tenang. dia benar-benar sangat berkonsentrasi. akhirnya setelah merasa yakin, dokter Zidan berdiri menghadap Zico bersiap-siap mengatakan diagnosanya.
"bagaimana.? tanya Zico dengan suara sedikit khawatir
"tekanan darahnya rendah 100/80, detak jantungnya 90 bpm lebih cepat dari manusia normal, dan denyut nadinya juga lebih cepat dibanding biasanya.. "
"kesimpulannya ?" Zico bertanya degan nada mendesak. santa tidak senang dengan penjelasan dokter Zidan yang di anggap terlalu bertele-tele.
"diagnosa awal saya, wanita ini sedang hamil muda dan dalam kondisi tubuh yang lemah dan kurang gizi. agar lebih akurat bisa dibawa ke dokter obygin untuk melakukan pemeriksaan lebih mendetail pak. "
JEDAAAARRR
"ap... apa..? "
Zico merasa tersambar petir, dunianya mulai berputar ,pandangan matanya tidak lagi fokus, Zico merasa tubuhnya mulai goyah. Zico dengan cepat memegang pinggiran meja yang di gunakan sebagai pegangan agar tidak jatuh.
"anda tidak apa-apa pak?" asisten Gert berdiri di sebelah Zico memegang lengan bosnya dengan perasaan khawatir.
Zico berusaha mengatasi keterkejutannya, dia menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk menghilangkan perasaan berkunang-kunang di matanya.
"ak... aku tidak apa-apa " Zico menarik lengannya yang masih di pegang asisten Gery. Zico berusaha menguasai keadaan.
"baik, terimakasih kamu boleh pergi sekarang." Zico melambai-lambai kan tangannya, berusah mengusir Zidan dengan melambaikan tangannya.
"baik pak, kalau begitu saya pamit dulu.."
"ingat, tetap rahasiakan masalah ini. " Zico menekannya dengan dingin.
"selalu pak, kerahasiaan kondisi pasien sudah menjadi tanggung jawab saya pak. "
"pergilah.. "
"baik pak.."
dan dokter Zidan pun pergi dari hadapan direktur muda itu. dari 3 generasi kaya yang dilayani oleh keluarganya ,karakter Zico adalah yang paling sulit di mengerti. Zidan sudha mencoba berbagai cara untuk bisa lebih dekat dengan direktur itu, namun usahanya sia-sia. direktur muda itu tetap bersikap dingin, tidak banyak bicara, sombong dan pemarah. dari ekspresi yang ditunjukkan oleh direktur muda, sepertinya sedikt banyak dia mengerti hubungan gadis itu dengan sang direktur.
dia yakin 99% anak yang dikandung wanita itu adalah anak sidirektur muda. sepertinya ini akan menjadi affairs terbesar yang akan di alami oleh keluarga terhormat itu.
sepeniggalnya Zidan, Zico menatap tubuh nisha dengan hampa. dia begitu bingung harus memperlakukan gadis itu seperti apa, awalnya ia menyangka kalau gadis itu hanya kelelahan dan butuh psikiater untuk mengatasi traumanya , dia benar-benar siapa untuk membantu memulihkan kesehatan gadis itu dan membayar psikiater untuk memulihkan kesehatan mentalnya. namun tiba-tiba hal yang tidak disangkanya terjadi .gadis itu hamil!! dan dia yakin 100% bahwa bayi yang ada dalam kandungannya itu adalah anaknya.
apa yang harus di lakukannya sekarang.??
***