Bab 104

1010 Words

Suasana sore di salah satu cafe nampak hangat dengan hujan yang mengguyur di luar sana. Jihoon duduk diam dengan tangan yang bersedekap di depan d**a*. Pria itu masih mengawasi dengan lamat gadis yang sudah sejak beberapa saat lalu duduk diam di depannya. Gadis itu juga yang menjadi  alasan Lee Jihoon datang ke café tersebut meski sebenarnya ia enggan. Oh! Bukan gadis itu sebenarnya, akan lebih tepat jika mengatakan Jihoon yang ingin mendengarkan alasan dari gadis di depannya ini. “Ada apa?” suara Lee Jihoon memecah keheningan yang sudah terjadi lebih kurang selama lima menit ke belakang. Terdengar helaan napas dari Song Hari, gadis itu menurunkan dekapan tangannya dan berganti menatap si pria Lee dengan intens. “Kau tahu apa yang harusnya kau katakan padaku, Lee Jihoon,” suara Hari te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD