Melihat ketakutan yang semakin mendalam, Akmal terlihat semakin bersemangat untuk segera mengakhiri atau memulai apa yang ia perbuat. Bahkan dia mengulum senyum seolah sedang menikmati permainan yang sedang ia mainkan, membuat Rinto semakin berada di bawah bayang-bayang ketakutan, namun ia tidak bisa berbuat banyak karena kaki tangan masih terikat. Keringat dingin mulai membasahi tubuh, menggambarkan perasaan yang sedang ia rasakan. Hatinya terus berdebar, wajahnya menggambarkan sangat ketakutan, tidak ada yang bisa ia lakukan selain menggelinjang-ganjakan tubuh agar terbebas dari cengkraman pria introvert itu. Akmal Sanjaya dengan mengulum senyum, dia mulai mendekatkan tang yang ada di tangannya ke gigi putih yang berbaris milik Rinto, membuat mata tawanannya terbelalak dan menjauhkan k

