Part 18

1348 Words

Part 18"Pak Bas!" Nyaring aku memanggil nama pendek Pak Baskoro dengan rasa kesal, mengetuk pintu ruangannya yang terbuka. "Iya?" jawabnya bingung, kurasa dia heran mendengar nada suaraku. Aku melangkah masuk, mendekat ke meja kerjanya. Kutarik kursi di depannya lalu duduk dengan tergesa. Dinginnya AC di ruangan tak terasa siang ini, aku tetap merasa gerah karena rasa kesal. "Tolong, lebih perhatikan lagi istri bapak, ibu bukan sekedar sakit biasa. Bapak tak menyadarinya bukan?" Aku berkata seraya menggerakkan tanganku. "Tiba-tiba kok membahas istri saya, ada apa? Dia memang gak enak badan beberapa hari, tapi baik-baik saja tadi pagi." Rekanku itu menatap tak suka. "Istri bapak itu kurang perhatian, istri saya yang dirusuhinya. Kemarin sudah menyita waktu istri saya seharian, ini tadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD