Part 4Briefing pagi di kantor hampir saja berantakan, aku kehabisan kata saat memberi pengarahan singkat kepada jajaran divisi-divisi di bawahku. Pikiranku buntu, masih tertambat pada Yasmin, Yasmin dan Yasmin. Rencana kerja harian yang sudah kuevaluasi untuk progress kerja, hari ini kusampaikan dengan kacau, bahkan tak sadar aku marah-marah saat staf divisi memberiku alasan atas evaluasi pekerjaan mereka. Aku meninggalkan ruang meeting tanpa banyak sapa diikuti para staf dengan pandangan heran karena biasanya aku akrab dan ramah pada mereka. "Pak, ini laptopnya tertinggal." Tampak Riani menghampiriku, diletakkannya di atas meja laptopku yang ketinggalan di ruang meeting tadi. "Bapak sedang tidak enak badan?" Riani bertanya dengan nada takut. Gadis yang menjadi staf administrasiku itu

