Bagian 41

1402 Words

"Om siapa?" "Om Ikal." Mas Harsa mengerling padaku. "Haykal, Sayang?" tanyanya memastikan. "Iya." Aku mengangguk sambil tersenyum. Harus tetap tenang. Tidak boleh gugup, tidak boleh salah tingkah agar dia tidak curiga. Bukankah memang tidak ada apa-apa. Salahku adalah hanya tidak bercerita terus terang dan pergi menemui laki-laki lain diam-diam. Meskipun bukan untuk sesuatu yang dilarang. Rautnya berubah sendu, riangnya hilang seketika. Diluar perkiraan. Kukira dia akan marah dengan wajah memerah. Namun, yang terlihat seperti sedih, kecewa, atau luka. Justru membuatku tidak nyaman. "Kamu pergi sama dia, Dek?" Ia bertanya pelan dan datar. "Ketemu di sana, Mas." "Ketemu apa janjian?" "Mmm ...." "Kok, tadi gak cerita kalau di sana bareng dia?" "Mmm ...." "Papa!" Aku sedang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD