47. Dendam terpendam

1204 Words

*** “Se-Sean?!” pekik Bella yang terdengar amat terkejut. “Kenapa dengan wajahmu?” heran Sean. Pria itu langsung menerobos masuk tanpa perlu menunggu Bella mempersilakan untuknya. Sean langsung memilih duduk di sofa ruang tamu dan merehatkan sejenak tubuhnya yang letih. Sean sedikit heran dengan para pelayan yang tak terlihat sepanjang matanya memandang. Kemana mereka? Kenapa tidak ada satupun yang berkeliaran? Apa mungkin masih tidur? Sean berusaha cuek, pria itu memilih untuk menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan mencoba memejamkan mata sejenak untuk merilekskan pikirannya yang sempat berpikir macam-macam. “Dimana Dean?” tanya Sean tiba-tiba tanpa mengubah posisinya, bahkan matanya masih dalam keadaan terpejam. “Jangan salah paham, Sayang. Dean menumpung tidur di sini karena s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD