54. Penyelesaian dendam

2010 Words

*** Seseorang tengah berteriak murka di sebuah pintu yang masih tertutup rapat yang bahkan penghuninya sedang duduk santai menyesap kopi hangat. “LEPASKAN AKU, KEPAR*T! BIARKAN AKU MENEMUI BOS SIALANMU ITU!” Malvin yang berada di sebelah Sean yang duduk di dalam ruangan itu meringis pelan saat mendengar suara lantang Dean dari arah pintu. Pria itu melirik pelan pada Sean yang masih menyesap kopinya dengan penuh khidmat. Ada setitik rasa menyesal kala dirinya terjebak di keadaan yang rumit seperti ini. Ia tadi berencana datang ke sini untuk menyemangati Sean yang ia pikirkan sedang terpuruk sedih, nyatanya ketika ia datang Sean dalam kondisi baik-baik saja bahkan suasana hati pria itu terlihat gembira. Tak lama dari ia datang dan mengobrol bersama Sean, tiba-tiba suara ribut dari luar te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD