*** Vierra kembali meneguk minuman beralkohol itu. Dirinya tak bisa berhenti memikirkan perkara kehamilan Bella. Vierra melampiaskan semuanya dengan meminum alkohol kadar tinggi itu. Suara musik yang memekakkan telinga saja tidak lagi menganggu baginya. Vierra merasa kepalanya sudah luar biasa pusing dengan pandangan mengabur tak jelas. “Setelah sekian lama, kau kembali lagi. Apa ada masalah?” tanya sang bartender yang masih mengingat Vierra setelah dua tahun lamanya. Bartender itu mengingat pasti sosok Vierra. “Tidak ada,” balas Vierra tepat saat kepalanya jatuh menghantam meja. Gadis itu membiarkan kepalanya tetap di posisi itu dengan waktu yang cukup lama. Bartender itu tersenyum ringan melihat sosok Vierra. Gadis itu amat lugu di matanya. “Bagaimana kalau kau minum air putih saja?”

