21. Praduga menyakitkan

1688 Words

*** Setelah kejadian tadi pagi. Kini Sean terlihat menghembuskan napas kasar di hadapan gadis ini. Pria itu sudah terlalu lelah untuk memberikan pengertian pada Vierra agar gadis itu menuruti perkataannya, tapi sayang sekali ternyata Vierra tetap pada pendiriannya. Bahkan ketika Sean mengancam akan mengusir Vierra dari mansion ini jika terus membangkang, reaksi yang ditunjukkan Vierra berbanding terbalik dengan ekspektasi Sean. Gadis itu malah tersenyum senang. Dan mengatakan jika ia akan dengan senang hati untuk pergi. “Terserah apa maumu, Ra.” Kali ini Sean sudah benar-benar pasrah. Pria itu memijat pangkal hidungnya untuk mengurungkan pusing yang menyerang. Vierra sontak bersorak gembira. Kini perlahan kebebasan sudah ia dapatkan. Vierra amat bahagia sekarang. “Terima kasih, Kak.” Vi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD