50. Membalas air tuba dengan lumpur.

1160 Words

*** Sean menatap kosong ke arah ponselnya. Ia menyaksikan sejak awal apa yang kedua orang itu lakukan sedari tadi. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap desahan yang keluar dari bibir wanitanya membuat rasa sakit itu semakin menekan dadanya. Sean merasa bodoh ketika melihat mereka tertawa saat sedang melakukan hal itu. Sean tak mengalihkan pandangannya barang sejenak saja. Setiap detik dan setiap adegan yang terjadi, Sean menatapnya dengan amat intens. Pria itu tidak tahan lagi ketika yang tadinya Bella yang berada di atas, kini berganti dengan Dean. Keduanya melakukan hal itu seolah tak pernah merasa puas. Bahkan ada calon bayinya di perut wanita itu, tapi mereka tak peduli. Sean mengalihkan pandangannya dari ponsel ke mobil yang tak jauh darinya. Ia tersenyum miris. “Ah.. jangan terlalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD