*** Mega menangis sembari mengompres lebam-lebam kebiruan di pipi Sean yang terlihat amat parah. Wanita setengah baya itu mengobatinya dengan tangisan sesenggukan tak berhenti. Ia marah dan kecewa atas pengakuan Sean terhadap putri angkatnya, tapi ia juga tidak tega saat Sean mendapat pukulan seperti itu dari suaminya. Mega memarahi Alex karena telah melukai Sean separah ini. Pria setengah baya itu kini duduk di single sofa sembari memijat pangkal hidungnya. “Kau mencoreng nama baik Xander dengan melukai wanita, Sean!” bentak Alex yang emosinya belum padam. “Sudah, Lex.” “Tidak, Mega! Dia harus dididik lebih keras lagi! Ini karena kita yang terlalu abai padanya hingga perilakunya menjadi br*ngsek seperti ini!” balas Alex tak mau kalah. Dapat dilihat dari urat leher dan lengannya yang m

