*** “Masuk.” Tangan Vierra terulur hendak membuka pintu mobil itu, akan tetapi seketika berhenti ketika seseorang memanggil namanya. Vierra menoleh untuk menatap pelaku yang memanggil namanya. Saat dirinya berbalik, tubuh Vierra menegang kaku. Dosen menyebalkan itu berdiri tak jauh darinya dengan style pakaian kekinian yang membuat sang dosen tampak seperti mahasiswa ketimbang dosen pada umumnya. Dosen berjalan pelan menujunya dengan satu tangan masuk ke saku celananya kainnya, sementara tangan yang lainnya memegang setumpuk kertas. “Masuk, Ra!” peringat Sean saat melihat pria asing yang memanggil adiknya itu mulai mendekat. Dalam benak Sean, ia berpikir jika itu hanyalah pria modus yang ingin mendekati adiknya. Cih, dasar hidung belang. “Sebentar, Kak.” Vierra mengabaikan tatapan taj

