36. Takdir Tuhan untuk hamba-Nya.

2116 Words

*** Ryder tak bisa berkata banyak saat melihat sosok gadis yang berdiri anggun di dekat pintu mobilnya. Pria itu bahkan terpana cukup lama karena sosok gadis itu. Vierra tampak sangat cantik malam ini. Dengan gauh yang melekat pas di tubuhnya, rambut yang disanggul rendah dengan beberapa helai yang menjuntai. Senyum manis yang melekat di bibir itupun menambah kesan kecantikan khas Vierra. Gadis itu bukan sekedar cantik yang apabila ditatap lama-lama akan bosan. Kecantikan Vierra ini berbeda. Selama apapun Ryder menatapnya, ia tak pernah bosan. Mungkin bukan hanya Ryder, melainkan banyak pria di luaran sana juga begitu. “Kau sangat cantik, Ra.” Ryder memuji Vierra bukan untuk sekadar basa-basi, melainkan tulus dari hatinya sendiri. “Kau juga tampan," ucap Vierra saat telah duduk di kursi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD