"Bagaimana, apa sudah ada kabar soal keberadaan anak itu?" Evan yang ditanya Hadinata menggeleng samar. Dia sedang nencari, tapi sangat kesulitan. Untuk menemukan datu orang di kota yang sangat besar, tanpa bantuan media kerja mereka harus jadi dua kali lipat lebih sulit. Hadinata tidak mau sampai pencarian putranya dimanfaatkan orang lain. Bagaimanapun, dia harus menemukan putranya. "Pak, Bu Lika bilang anaknya memiliki kalung. Kalau kita pakai sayembara siapa yang memiliki kalung tersebut harus menemui Anda?" Hadinata jadi berpikir. Evan kembali menjelaskan soal sarannya. "Dengan kita menggunakan sayembara menemukan kalung putra Anda, itu akan mempermudah kita untuk bisa segera menemukannya." Hadinata mengerutkan alis. Dia tidak yakin dengan itu. "Kalung putraku terbuat dari titan

