Kasa sibuk dengan usahanya kalau siang hari begini. Nanda semakin rajin bekerja, katanya gara-gara Kasa sering kasih bonus besar. Pokoknya kalau sudah siang jam kuliah Tidak ada dapat izin dari kasa untuk menjaga booth, dia akan langsung berangkat. Jujur saja, kalau dulu Kasa sedikit terbebani karena dia takut tidak sanggup membayar upah Nanda. Tapi, kalau sekarang sudah lebih santai. Keuntungan penjualan minuman setiap hari, bisa dia simpan utuh. Jadi dia bisa selalu sisihkan uang untuk membayar Nanda. "Gimana, Kak, acara makan malam kemarin dengan Anggun." Kasa sedang mengelap booth, dibuat berjengit dengan pertanyaan Nanda. "Apa-apaan ini, tahu dari mana kamu kalau aku makan malam dengan Anggun." Nanda mengerucutkan bibirnya. "Kemarin, 'kan, sibuk mau makan malam, kalau bukan sama

