"Kamu mau ke mana?" Kasa tidak paham,ddngan siapa pria yang terlihat berkelas itu bicara. Apa dengannya? Sepertinya, tidak mungkin. Mana ada orang yang berpenampilan bagus seperti itu mau bicara dengannya. Mengabaikan, Kasa akan lanjut jalan. Tapi, dia memanggilnya lagi. "Datang saja padaku, aku bisa memberikan semua yang kamu mau." Kasa memperhatikan. Di sana tidak ada siapa pun. Dan ... Kasa baru menyadari dia tidak tahu ada di mana saat ini. "Jangan lakukan apa pun yang bisa melukai tubuhmu." Kasa mengamatinya. Seorang pria paruh baya yang dia tidak bisa memgamati dengan jelas seperti apa wajahnya. "Maaf, Tuan, Anda bicara dengan saya?" "Kenapa memanggik 'tuan' pada ayahmu sendiri?" Kasa membulat matanya. "A-yah?" *** Dentuman keras terdengar, disusul dengan kepala Kasa yang

