Gara tidak mau pulang sebelum menangkap siapa yang sudah membuat kerusuhan dalam hubungan percintaan serta perusahaanya. Diapun menelpon Gara dan berniat untuk menyusulnya, akan tetapi justru nomor sahabatnya itu tidak bisa dihubungi. "Mahesa kemana ya? Kenapa nomor dia tidak aktif? " batin Gara. Akhirnya diapun terpaksa pulang, tetapi menuju ke rumah orang tuanya. "Pa, Ma, kenapa belum tidur? " tanya Gara heran. "Sini, Gara. Ada hal penting yang mau Papa bicarakan, " ucap Armora. "Iya, " jawab Gara patuh, sembari mendekati ke hadapan orang tuanya. "Gara, apakah kamu yakin ingin menikahi Alesia?" tanya Armora serius. "Pa, aku tidak yakin. Aku sadar aku mencintai Yolla dan hanya ingin menikah dengannya. Tetapi untuk saat ini demi mengembalikan kejayaan perusahaan papa aku ak

