Aiko merasa sepi karena kedua temannya belum pulang, tetapi setelah mendengar kabar dari mereka dia ikut senang. Saat baru memakai masker wajah, ponselnya berdering. Aiko mendengus kesal. "Dia mabuk kenapa minta aku yang menjemput? " gerutu Aiko. Tetapi Aiko tidak tega juga, dia langsung mencuci wajahnya kembali dan memakai make up kemudian menyusul Lucky. Ternyata di sana ada Kris, Aiko kesal sekali kenapa malam-malam harus memanggilnya. "Kris, kenapa bukan kamu yang mengantarkan dia pulang? " tanya Aiko kesal. "Aku akan mengantar Alfa, aku tidak bisa mengantar mereka berdua karena rumah mereka beda arah, " pinta Kris memohon. "Aku tidak tahu rumahnya, " jawab Aiko masih kesal. "Nanti aku kirimkan alamatnya. Tolong aku kali ini ya? Lagian dia adalah tunangan kamu, " bujuk

