Yolla merasa agak lega setelah curhat dengan Flora, dia sendiri tidak tahu kenapa bisa merasa kecewa dan terluka saat tadi tahu jika Gara menemui Alesia. "Yolla, sebaiknya kamu istirahat. Pastinya kamu kelelahan setelah tadi membantu di restoran, " bujuk Flora. "Iya, Terima kasih karena kamu mau mendengar curahan hatiku, " jawab Yolla. "Iya, kita ini adalah sahabat. Sudah sewajarnya kita saling berbagi keluh kesah. Ayo kamu tidur," bujuk Flora. Flora menyelimuti Yolla, kemudian berlalu pergi ke kamarnya sendiri. Yolla kini sendirian, rasa hampa dan luka seolah hati jantung yang tertusuk-tusuk hadir kembali. "Gara, sejak kapan aku menyukaimu? Padahal sekuat jiwa aku sudah berusaha membentengi diri untuk tidak jatuh cinta padamu. Tapi kebaikanmu dan juga sikapmu yang posesif seol

