Yolla merasa curiga ketika setelah menerima telepon Gara menjadi sedih. ‘’Kenapa murung begitu? Apa terjadi suatu masalah yang besar?’’ tanya Yolla ikut cemas. ‘’Tidak, aku hanya belum puas saja bersamamu tapi sudah ada panggilan ke kantor’’ jawab Gara tersenyum. ‘’Kalau begitu kamu segera urus pekerjaan saja, aku mau mandi dan istirahat karena besok juga harus kuliah?’’ balas Yolla. "Iya, lusa kita mulai liburannya dan akan aku urus tiket untuk semuanya," jawab Gara. Yolla mengangguk patuh, tampak imut sekali membuat Gara merasa sayang untuk pergi. Gara mendekati kekasihnya dan mencium kening Yolla dengan lembut. ‘’Kamu harus ingat jika kamu adalah calon istriku. Jadi jangan berani-beraninya untuk berdekatan dengan lelaki lain,’’ ancam Gara melirik ke arah Lucky. ‘’Iya,’’

