39. Ciuman Kesepakatan

1131 Words

Yolla menatap saudaranya yang makan dengan lahap, memang masakan ibu dan ayahnya sangat lezat. Itulah mengapa walau dulu restoran orang tuanya yang dulu tidak sebesar milik pamannya tetapi selalu ramai. "Pantas saja Bibi dan Chika bahagia karena kami tidak bisa buka restoran lagi, sebab mereka tidak ada saingan berat, " batin Yolla baru menyadarinya. Yolla sangat kecewa, karena sebagai saudara harusnya hidup dengan rukun dan saling membantu bukan malah saingan seperti itu. "Yolla, sebulan lagi Arbay dan Khanza mau menikah. Apakah kamu mau datang? " ujar Chika. Papanya Chika langsung menyenggol lengannya, tetapi Mamanya justru memelototi. "Ya Yolla harus tahu, bagaimanapun juga dia adalah mantan Arbay. Kan kalau tidak datang nanti dikira Yolla masih cinta dengan Arbay dan berharap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD