Bab 4. Cerita Rea

827 Words
"Benar kata al,kita ikhlaskan ara" ujar Daddy Marven "Ayo kita pulang" ujar Daddy Marven. Mereka pun segera pergi meninggalkan makam sang putri menuju mansion megah milik keluarganya. Tak lama kemudian mereka pun sampai di kediaman Keluarga Ryder. ~~~**~~~ Di alam bawah sadar "Hai kak" sapa seorang gadis membuat ara tersentak kaget "Lo siapa?" Tanya ara "Aku Farea" ujarnya sambil tersenyum kecil "Ohh " jawab ara Cuek "Aku mau minta tolong sama kakak" ujar Farea membuat ara mengernyitkan dahi heran "Apa,kanapa harus gue" tanya Ara "Tolong bikin mereka nggak benci sama aku kak, aku minta tolong sama kakak karena kakak adalah orang yang tepat aku udah nggak sanggup lagi hikss" ujar Farea "But, kenawhy lo bisa dibenci masalah apa yang pernah lo buat?'' tanya ara penasaran. Farea pun manatap ara sekilas kemudian menceritakan tentang awal mula dia dibenci oleh keluarganya dan siswa di sekolah nya Flashback on 13 tahun lalu "Rea ayo kita main" ujar seorang gadis kecil yang tak lain adalah Aleana Qeyra Argantara "Hiss cebental kak" ujar Farea kecil "Ayo cepat" ujar Alea kemudian menarik lengan sang adik. Mereka pun pergi ke taman belakang mansion "Hu'um kita main apa ya" ujar alea berfikir "Ahaa, Rea punya ide, ayo main petak umpet " ujar rea kecil "Ayokk, kakak yang nyari adek yang sembunyi ya kakak hitung sampai 10" ujar alea kecil . Kemudian ia pun mulai menghitung sedangkan Rea mencari tempat untuk bersembunyi. Tak lama kemudian alea pun menemukan Rea "Yaa Rea ketemu hihi" ujar alea kecil sambil cekikikan "iih kakak kok cepet banget cih " ujar Rea "Kakak Rea capek, haus juga ayo kita beli es krim" ujar Rea "Wahh, ayokk dek" ujar alea kecil. Mereka pun pergi menuju gerbang utama, terlihat beberapa bodyguard berjaga di depan gerbang "Nona kecil mau kemana?" Tanya salah satu bodyguard "Kita mau beli es klim di depan" ujar Rea "Iya paman, tolong bukakan pintu gerbangnya" ujar alea "Biar paman yang belikan nona kecil " ujar salah seorang BG "Noo, kami sendiri yang akan beli" ujar alea. Bodyguard pun hanya pasrah kemudian membuka kan pintu gerbang. Terlihat pedagang es krim di seberang jalan membuat Rea berbinar senang tanpa berfikir panjang rea pun berlari menuju pedagang es krim meninggalkan sang kakak yang masih terdiam "Wahh, om Rea mau dua es klim lasa stobely" ujar rea kecil membuat sang penjual terkekeh kecil kemudian mengambil dua es krim rasa strawberry yang Rea mau. "Terimakasih om" ujar Rea. "Rea kok kakak ditinggalin sih" ujar alea kesal "Maaf kak hihi" ujar Rea cekikikan "Nih buat kakak" ujar Rea kemudian memberikan es krim rasa strawberry kepada alea dengan semangat alea mengambilnya. "Ayo kita pulang nanti mommy nyariin" ajak alea diangguki Rea "Om es krimnya berapa" tanya alea "Tidak usah nona ini gratis untuk kalian" ujar sang penjual "Wahh terimakasih om" ujar alea semangat "Ayok dekk" ajak alea.mereka pun segera pergi meninggalkan penjual es itu. Rea pun menyebrang jalan tanpa dia sadari sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya, alea yang melihat mobil itu semakin mendekat pun mendorong tubuh sang adik. Brukkkk Tubuh alea terpental jauh, darah segar mengalir dari kepalanya, mobil yang menabraknya pun segera pergi meninggalkan mereka "Kakak hikss bangunn" ujar Rea menangis ia pun pergi meninggalkan alea dan memanggil bodyguard yang berjaga di pintu gerbang "Paman tolongin kak ale hikss" ujar rea kecil "Ada apa nona kecil,kenapa anda menangis,dimana nona alea" tanya paman bodyguard "Hikss kak ale hikss berdarahh.." ujar Rea. Mereka pun segera pergi menghampiri alea yang tergeletak di penuhi darah segar yang terus mengalir. "Ayo paman bawa kak ale hikss" ujar Rea kecil. Mereka pun segera pergi menuju rumah sakit. Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit. Dengan cepat bodyguard itu menggendong alea "Dokterr tolong" teriak salah satu bodyguard itu. Dengan cepat dokter pun menghampiri dan bodyguard itu pun meletakkan tubuh alea di atas brankar "Hikss kak ale baik baik aja kan paman" tanya Rea. "I....'' "Bagaimana keadaan alea,kenapa bisa seperti ini" tanya mommy Rea "Hikss maafin Rea mom, tadi kak ale di tabrak mobil karena mau nyelamatin rea hikss" ujar rea membuat sang mommy menatapnya marah "Dasar anak tidak tau diri gara gara kamu anak saya seperti ini" ujar sang mommy "Maa..."suara pintu terbuka memotong ucapan Rea dan keluarlah seorang dokter dengan raut wajah yang sedih "Bagaimana keadaan putri saya dok" tanya sang Daddy "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,namum tuhan berkehendak lain" ujar dokter itu "Nggak mungkin alea pergi hikss" ujar sang mommy "Gara gara kamu anak saya meninggal dasar pembunuh, pergi kamu saya tidak sudi melihat kamu ada disini" usir sang mommy. Dengan segera bodyguard itu pun membawa pergi Rea. Flashback off "Hmm sejak saat itu mereka membenci ku,bahkan mereka sering menyiksa ku,tolong bantu aku cari tau siapa orang yang udah menabrak kakak ku" ujar Farea "Oke lo tenang aja gue bakalan bantu lo" ujar ara semangat "Terimakasih kak" ujar Farea "Terus sekarang gimana caranya?" Tanya ara bingung "Kakak masuk ke cahaya putih itu kak" tunjuk Farea dengan segera ara pun berlari dan masuk kedalam cahaya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD