Ruang ballroom istana dihiasi dengan indah untuk pesta teh permaisuri Roana. Para tamu undangan, yang terdiri dari bangsawan dan wanita terhormat, sudah mulai berdatangan. Adelia memasuki ruangan dengan anggun dan disambut hangat oleh para tamu.
Nona Cruz : "Lady Adelia, Anda terlihat luar biasa!"
Nona Elya: "Gaun Anda sangat indah."
Adelia: "Terima kasih atas pujiannya."
Acara pesta teh itu di mulai permaisuri Roana dan Lady Adelia duduk di ruang perjamuan bersama para nona bangsawan yang di undang saat itu
Permaisuri Roana Sambil meneguk teh
"Ah, Lady Adelia,senang melihatmu lagi di istana"
Adelia menanggapi dengan tersenyum
"Terima kasih, Permaisuri. Saya juga senang bisa mengunjungi Anda."
Permaisuri Roana Menatap Lady Adelia dengan tatapan tajam
"Baru-baru ini, saya mendengar desas-desus menarik. Katanya, Anda terlihat bersama seorang pria di taman istana beberapa malam yang lalu."
Adelia tidak menyangka akan langsung diserang dengan berita itu
Sontak para nona bangsawan menatapnya dengan tajam mereka terlihat sangat penasaran
Adelia sedikit malu dia berusaha untuk menjaga ekspresi wajahnya
"Oh, itu... hanya seorang teman , Permaisuri. Kami hanya berbincang-bincang santai"
melihat ekspresi santai Adelia permaisuri Roana menjadi sedikit geram
"Saya kira anda sudah tau cara menjaga martabat seorang wanita bangsawan yang sudah bertunangan"
Adelia tersenyum lagi
"Maaf, Permaisuri, saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan"
Permaisuri Roana Tertawa kecil
" Jangan khawatir, Lady Adelia. Saya tidak menuduh Anda melakukan apa pun yang salah Hanya saja, sebagai permaisuri, saya harus memastikan semua wanita di istana berperilaku baik dan menjaga kehormatan keluarga kerajaan"
Adelia berkata dengan percaya diri
"Tentu saja, Saya mengerti Permaisuri. Saya akan selalu menjaga sikap dan kehormatan saya.
Permaisuri Roana Meletakkan cangkir tehnya
"Bagus. Saya senang mendengarnya. Dan ingatlah, Lady Adelia, istana ini penuh dengan mata dan telinga. Jadi, berhati-hatilah dengan apa yang Anda lakukan dan dengan siapa Anda bergaul"
Adelia Berdiri dan membungkuk
"Terima kasih atas nasihat Anda, Permaisuri. Saya akan selalu mengingatnya"
Dengan terang terangan Adelia di permalukan di depan para nona bangsawan. namun Adelia tetap bersikap anggun dan tenang sampai acara pesta teh itu selesai