Bab 90: Ingatan Rana

1087 Words

Rana tidak bisa memahaminya, kenapa dia menangis? Kenapa hatinya terasa begitu sakit? Seperti ada hal yang sangat penting hilang dari dalam hidupnya. "Rana, apa yang membuatmu menangis?" Sejak tadi Aura sudah begitu khawatir akan adiknya. Rana menoleh pada sang kakak, perhatiannya lagi-lagi tertarik pada jas laboratorium. Dia mengulurkan tangan untuk mengambilnya, menatapnya dengan cermat untuk tahu apa yang salah sampai tangisan begitu mudah keluar dari matanya. "Kau pernah melihat jas laboratorium ini sebelumnya?" tanya Aura. Rana menganggukkan kepala. Meskipun begitu, dia tidak berkata-kata karena dadanya terlalu sesak. Terlebih mengingat kembali apa yang sudah terjadi, bagaimana mereka melaluinya bersama-sama. Sekarang dia seperti terlempar ke puluhan tahun yang lalu seolah kenanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD