Nyatanya tidak seperti apa yang ditakutkan, River tidak terlihat begitu marah, lebih ke arah gelisah akan suatu hal. Mungkin karena memfokuskan perhatian pada ekspresi Aura akan bagaimana setelah melihat reka adegan di dalam televisi. "Kalian sedang melakukan apa?" River yang baru saja datang, masuk ke tengah-tengah situasi membuat dia menjadi kikuk. Terlebih memikirkan bagaimana seharusnya bersikap, dia tidak bisa menyembunyikan kenyataan kalau apa yang ada di dalam televisi adalah kebenaran, dia juga memikirkan posisi Aura sebagai wanita hamil yang baru saja patah hati. Apa pun keputusannya akan berpengaruh besar pada kondisi kehamilan. Bagaimana jika Aura nantinya kecewa dan bersedih hati? "Kami sedang menonton," ucap Aura dengan polosnya. River segera mematikan layar sambil ber

