SEKRETARIS PRESIDEN DIREKTUR

538 Words
Edward hanya memandang dingin Christy dan berlalu masuk ke Ruangannya. Yuri kembali fokus untuk mulai mengajari Christy. Dimulai dengan menyusun jadwal- jadwal Presiden Direktur, cara pengarsipan file-file penting bahkan cara membuat kopi untuk presiden direktur. "Dua Sendok Kopi, 2 sendok kecil gula. di aduk dengan air mendidih yang dimasak. Jangan air panas yang kau ambil dari dispenser!" Yuri mengajari Christy. "Baik, baik aku paham," jawabnya sambil tetap terus mencatat apa yang dikatakan Yuri dengan teliti. "Pada saat makan siang, satu jam sebelumnya kau harus menanyakan apa yang ingin di makan presiden direktur, lalu lakukan reservasi atau take away delivery," ajar Yuri lagi Yuri mengajari lagi sambil memasingkan buku catatan nomor-nomor telpon restoran yang biasa di datangai Presiden Direktur. "Nona Yuri, bolehkah ku bertanya?" tanya Christy "Ya katakanlah," jawab Yuri. "Bukankah aku seharusnya menjadi staff Adminstrasi ? tapi dari apa yang diajarkan tadi sepertinya itu adalah tugas-tugas seorang sekretaris," ucap Christy. Yuri hanya mengangkat bahunya, memberi tanda jika diapun tidak mengetahui apa sebabnya tiba-tiba Presiden Direkturnya membutuhkan seorang sekretaris lagi. "Sekarang kau buatlah kopi Untuk Presdir Kita!" perintah Yuri. Christy mulai memasak air, karena Predsir menyukai jika Kopinya terseduh dengan air panas. Itu membuat Aroma kopi yang dikeluarkan semakin kuat. Seusai pembuatan kopi berdasarkan instruksi yang telah Yuri ajarkan, Christy mengetuk pintu Ruangan Presdir dan membawa masuk kopi buatannya. Christy menaruh kopi buatannya di atas meja. Lalu pamit keluar ruangan. Edward yang dari tadi tertunduk berpura-pura sibuk membaca laporan-laporan yang ada di meja barulah mengangkat wajahnya ketika Christy menutup pintu ruangannya dengan pelan. "Wanita itu, benar-benar menganggap ku seperti angin lalu. Dia benar-benar tidak mengenaliku," batin Edward Bergumam. Tepat jam 11 siang, Christy masuk ke ruangan Presdir dan menanyakan makan siapa apa yang Presdir inginkan. "Aku ingin makan mie dingin," ucap Edward kepada Christy. "Baik," jawab Christy dan melakukan Reservasi di Restroan Mie Dingin langganan Presdir. Tak berapa lama Telpon direct Christy berbunyi. "Christy, aku berubah pikiran. Aku ingin makan siang dengan menu Steak Sapi," Ucap Edward. "Baik Direktur," jawab Christy. Setelah christy membatalkan Reservasi di Restoran Mie Dingin, dan sudah melakukan Reservasi di restoran yang baru. Edward menelpon Christy kembali. "Christy, aku berubah pikiran lagi. Sepertinya aku ingin makan siangku di kantor saja. Aku ingin makan Topokki Okaasan," ucap Edward. Rambut Chrsity sudah berdiri sedari tadi karena Christy merasa kesal sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri, meladeni kemauan Presdirnya yang terus berubah-berubah. Dan sekarang Presdirnya ada meminta Topokki Okaasan. "Ya Tuhan kantor ini ada di selatan, sementara makanan yang dia mau ada di Utara," Christy serasa ingin meledakan Presdirnya ini dengan satu tatapan seandaianya saja dia bisa melakukannya. Melihat sebentar lagi memasuki jam makan siang, Christy segera berlari menuju Restoran Topokki Okaasan. Setelah mendapatkan seprosi Topokki di tangannya. Edward menenelpon ponsel Christy. "Christy aku juga ingin minum Teh Krisan Hangzhou!" pinta Edward. "Baik Presdir," jawab Christy sambil mengehentak-hentakan kakinya. " Ya Tuhaaan teh krisan Hangzhou ada di daerah barat," dasar pria sinting ini, Ucap Christy mengutuki Presdir kesal. Dulu selama masa libur kuliah Christy suka datang bermain ke Jiangmen city menemani Helen , yang tidak bisa pulang ke kota sin chuan karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan paruh waktunya di Jiangmen City. karena itulah Christy hafal tempat-tempat makan yang Edward sebutkan tadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD