Pagi Yang Kacau

1513 Words

“Aku mohon berikan aku penawarnya ....” Pei Fang memelas dengan sesekali terisak, kepanikan dan rasa takut begitu kentara terlihat dari wajahnya. Sudah beberapa menit ia memohon agar tabib itu bermurah hati kepadanya. Sekujur badannya terasa dingin, bergetar dan berbagai sensasi rasa tak nyaman dirasakannya. “Sebenarnya berapa banyak dosis yang kamu masukkan? Kenapa kamu tidak memberikan sesuai yang aku sarankan? Untung saja bukan nona muda yang memakannya, jika ini terjadi terlalu cepat, maka tamatlah riwayat kita. Aku tidak mau ikut terseret masalah ini, gara gara keteledoranmu.” Gerutu tabib itu seraya menatap tajam pada Pei Fang yang malang. Pei Fang langsung bersujud berulang kali, “Aku menyesal ... Aku yang salah ... mohon berikan aku kesempatan lagi, aku janji akan lebih berhati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD