Mobil yang dikendarai oleh Tian lu dengan kecepatan tinggi akhirnya sampai di sebuah rumah sakit. Kondisi Liam Ye masih tidak sadarkan diri dan berada dalam pangkuan ibunya. Sepanjang perjalanan hanya ada suara Xi Er yang menangis ketakutan seraya terus menatap putranya. Ye Lily lebih memilih bungkam dan terus berpikir apa yang bisa ia lakukan. Bahkan ketika mereka sampai di rumah sakit, Ye Lily tidak ikut mengantarkan kedua pasien itu sampai di muka pintu IGD. Gadis itu malah memilih menepi di parkiran mobil, ia merasa perlu waktu sendiri untuk meyakinkan dirinya. "Langit ... Jika memang dewa dan Dewi itu ada, aku mohon selamatkan nyawa mereka berdua. Mengapa aku aku merasa tidak rela dengan ketidakberdayaan ini? Aku merasa sanggup melakukan sesuatu, tidak hanya berpangku tangan seperti

